Keping-keping kenangan manis
Ku letakan di tempat yang tak terlalu tinggi
Sebenarnya,
ku simpan tuk ku coba baca
Tuk ku coba terjemahkan pada makna
Tuk ku coba kaitkan dengan memori lainnya
Aku akhirnya terheran saja,
Kenangan manis, sedikit asam itu,
Hanya tulisan-tulisan ringan mengenai pengalaman, perjalanan, perasaan, pemikiran sederhana, dan lamunan-lamunan pemilik blog tentang dunia juga semua warna-warninya.
Selamat datang Kawan!
Menulis bersama angin...
ayo merdeka! ^-^v
ayo merdeka! ^-^v
Tampilkan postingan dengan label Sajak-sajak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sajak-sajak. Tampilkan semua postingan
Kamis, 22 Mei 2014
Rabu, 21 Mei 2014
Mimpi Buruk
Mimpi buruk.
Ada satu mimpi yang memengaruhiku.
Hingga aku ketakutan hingga sekarang.
Padahal, itu mimpi 3 tahun lalu.
Rasa takut itu,
memang sudah jauh berkurang.
Tapi, rasa benci, tidak suka, masih betah berada dalam lisan dan lakuku.
Katanya, kita tak boleh teramat benci
Ada satu mimpi yang memengaruhiku.
Hingga aku ketakutan hingga sekarang.
Padahal, itu mimpi 3 tahun lalu.
Rasa takut itu,
memang sudah jauh berkurang.
Tapi, rasa benci, tidak suka, masih betah berada dalam lisan dan lakuku.
Katanya, kita tak boleh teramat benci
Membuka Memori (Lagi)
Kembali ke masa itu,
sebuah waktu ketika ku begitu bersahabat
dengan kata, pena, dan kertas.
Ketika ku dengan leluasa menggubah puisi-puisi
cerita-cerita, tanpa banyak berpikir
tentang teori, kesalahan, ataupun bagus dan jeleknya penilaian.
Suatu masa, ketika ku mengenal sosok dan rasa
kemudian kunamai "Cinta Pertama"
Ketika itu...
sebuah waktu ketika ku begitu bersahabat
dengan kata, pena, dan kertas.
Ketika ku dengan leluasa menggubah puisi-puisi
cerita-cerita, tanpa banyak berpikir
tentang teori, kesalahan, ataupun bagus dan jeleknya penilaian.
Suatu masa, ketika ku mengenal sosok dan rasa
kemudian kunamai "Cinta Pertama"
Ketika itu...
Kamis, 04 Oktober 2012
Menari Bersama Hidup (Cinta Monyet Putih-Biru)
Berawal pertengahan 2004
takdir tunjukan padaku eloknya sang purnama
manisnya orange biru yang ia kenakan
tas hitam tersandang
berpadu membalut wajah lugu itu
takdir telah berencana
kemudian
Langganan:
Postingan (Atom)
